-->

RANGKAIAN PENGASUTAN HUBUNG LANGSUNG (DOL)

 

Pengasutan motor listrik hubungan langsung atau lebih dikenal dengan istilah DOL (Direct On Line) merupakan pengasutan motor induksi tiga phasa yang paling sederhana. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang pengasutan DOL dengan sumber listrik 3 phasa dan menggunakan satu buah magnetik kontaktor. Kekurangan dari pengasutan motor induksi dengan sistem DOL adalah konsumsi arus listrik pada saat starting sangat tinggi yaitu antara 5 kali hingga 7 kali arus nominal. Oleh karana itu, pengasutan motor induksi tiga phasa dengan sistem DOL hanya diperuntukkan pada motor induksi dengan daya rendah yaitu di bawah 5 kW.


diagram pengawatan pengasutan hubung lansung DOL

Pada gambar diperlihatkan rangkaian daya dari pengasutan motor induksi sistem DOL. Pada rangkaian digunakan fuse daya yaitu F1 sebanyak tiga buah pada tiap sumber tegangan. Fuse F1 berfungsi untuk pengaman beban berlebih jika terdapat gangguan pada rangkaian beban. Sedangkan fuse F2 digunakan untuk pengamanan pada rangkaian kontrol jika terjadi hubung singkat pada rangkaian kontrolnya.

Sebuah magnetik kontaktor memiliki enam buah kontak utama yang terdapat pada dua sisi. Sisi pertama bernotasi nomor ganjil (1,3, dan 5) dan sisi yang lain bernotasi nomor genap (2, 4, dan 6). Kontak yang terhubung dengan sumber tegangan (Line/L) adalah kontak dengan notasi nomor ganjil, sedangkan kontak dengan notasi nomor genap dihubungan dengan beban listrik (motor induksi).

diagram kontrol pengasutan hubung langsung DOL

Menghidupkan Motor Induksi (ON)

Jika push button S2 (NO) ditekan, maka arus listrk dari L1 akan mengalir ke koil kontaktor Q1. Pada saat koil kontaktor pada Q1 aktif, maka kontak utama(1-2, 3-4, 5-6) dan kontak bantu (13-14) pada magnetik kontaktor akan terhubung dan arus listrik akan mengalir ke motor induksi sehingga motor akan berputar. Pada saat tekanan push button S2 (NO) dilepas, motor induksi akan tetap berputar karena aliran listrik ke koil kontaktor Q1 akan tetap mengalir melalui kontak bantu (13-14). Kontak bantu ini (13-14) berfungsi sebagai pengunci, yaitu mengunci arus listrik agar tetap mengalir ke koil kontaktor Q1 pada saat tekanan push button S2 dilepaskan.

Mematikan Motor Induksi (OFF)

Jika push button S1 (NC) ditekan, maka aliran arus listrik yang mengalir ke koil kontaktor akan terputus. Kontak utama(1-2, 3-4, 5-6) dan kontak bantu (13-14) pada magnetik kontaktor akan terbuka sehingga aliran listrik tidak dapat mengalir lagi ke motor induksi dan motor induksi akan berhenti berputar. Pada saat tekanan push button S1 (NC) dilepas, motor induksi akan tetap berhenti karena kontak pada push button S2 (NO) terbuka.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar dengan bijak tanpa unsur SARA, Politik, dan Pornografi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel