-->

Varistor; Definisi, Fungsi, Kegunaan

 

Varistor adalah komponen elektronika dari bahan semi konduktor dengan dua buah terminal yang berfungsi untuk melindungi rangkaian listrik ataupun elektronika dari tegangan transien berlebih. Kata Varistor sendiri berasal dari dua kosa kata yaitu Variable dan Resistor, yaitu sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah. Varistor yatu jenis VDR (Voltage Dependent Resistor) yang nilai resistansinya bergantung kepada tegangan yang melewatinya.

Dalam rangkaiannya, Varistor dirangkai secara seri (shunt) pada jalur sumber tegangan sebelum masuk ke rangkaian. Dengan demikian, rangkaian akan terlindungi dari lonjakan tegangan yang tinggi walaupun hanya sesaat. Pada gambar di bawah ditunjukkan gambar dan simbol dari Varistor.

Varistor dibuat dari kristal silikon karbida atau oksida logam yang ditekan menjadi bahan seperti keramik. Agar kontak listrik yang terdapat pada Varistor kondisinya baik, maka material kontak dilapisi dengan perak atau tembaga. Saat ini, Varistor dibuat dengan menambahkan seng oksida (zinc oxide) dengan komposisi 90% dan sisanya merupakan bahan penambah yang berupa sambungan. Varistor dengan bahan seng oksida ini menunjukkan arus bocor yang lebih kecil dan mempunyai kecepatan operasional yang lebih cepat.

Karakteristik Varistor

Ketika tegangan rendah dihubungkan ke rangkaian, maka Varistor akan mempunyai resistansi yang tinggi sehingga arus yang mengalir melalui Varistor kecil. Arus yang mengalir melalui Varistor akan meningkat pada saat terjadi kenaikan tegangan hingga tegangan penjepit. Pada saat seperti ini, Varistor akan berubah sifat dari isolator menjadi konduktor. Setelah tegangan penjepit tercapai, maka memungkinkan arus yang tinggi untuk melewati Varistor.

Dengan demikian bahwa tegangan pada Varistor  akan menunjukkan sifat tidak linier dengan arus. Karakteristik tegangan dan arus pada Varistor diperlihatkan pada gambar di bawah.

Dari grafik di atas dapat terlihat pada saat tegangan di bawah tegangan penjepit, Varistor akan tetap sebagai konduktor. Tetapi setelah tegangan sudah mencapai tegangan penjepit, arus yang mengalir akan besar.

Dari karakteristik tersebut akan memberikan keuntungan bagi Varistor yang berfungsi sebagai pelindung dari tegangan berlebih. Penggunaan Varistor berbeda dengan kerja sekering (fuse) atau Circuit Breaker yang merupakan proteksi dari arus berlebih. Kerja Varistor hampir sama dengan prinsip kerja Dioda Zener. Sedangkan kerugian dalam menggunakan Varistor yaitu harga yang relatif mahal.

Varistor dapat diaplikasikan secara luas untuk melindungi rangkaian pada semua peralatan elektronika antara lain untuk catu daya, Modul AC, TV, dan banyak peralatan lainnya.


4 Responses to "Varistor; Definisi, Fungsi, Kegunaan"

Tulis komentar dengan bijak tanpa unsur SARA, Politik, dan Pornografi.

  1. Sangat bisa di pahami,,makasih infonya

    BalasHapus
  2. Mantulll... 👍🙏

    BalasHapus
  3. Jika varistor rosak maka cb listrik jepret karna konslet, apakah bisa menggunakan rangkaian tanpa varistor? Dengan mencabutnya tanpa mengganti? Swun masbrooo

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel